DAMPAK BURUK JUNK FOOD PADA KESEHATAN

DAMPAK BURUK JUNK FOOD PADA KESEHATAN
Vieki Diva Ksatria
2211020205
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadyah Purwokerto
Email: viekidiva@gmail.com


Abstract

Makanan cepat saji, atau "junk food," telah menjadi pilihan makanan yang umum dalam masyarakat modern. Namun, konsumsi berlebihan junk food telah dikaitkan dengan dampak negatif serius pada kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan dampak negatif konsumsi junk food pada kesehatan, termasuk kandungan nutrisi buruk seperti lemak trans, gula tambahan, dan garam berlebih. Selain itu, artikel ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong konsumsi junk food, seperti tekanan sosial dan ketersediaan makanan cepat saji. Terakhir, artikel ini memberikan saran tentang cara mengurangi konsumsi junk food, termasuk memilih makanan sehat, pendidikan gizi, dan manajemen stres. Pemahaman lebih mendalam tentang dampak dan cara mengurangi konsumsi junk food dapat membantu individu membuat pilihan makanan yang lebih bijak demi kesehatan yang lebih baik.

Kata kunci : Junk food, lemak trans, Kandungan nutrisi buruk, dan Obesitas

 

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Latar belakang makanan cepat saji, atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan "junk food," telah menyusup ke dalam kehidupan sehari-hari kita. Di era modern yang gejolak, makanan ini telah menjadi pilihan makanan yang sangat umum, dan waralaba makanan cepat saji menjamur di berbagai sudut kota. Junk food sering menjadi pilihan praktis dan lezat, tetapi apa yang sering kali terlupakan adalah dampak seriusnya pada kesehatan kita. Konsumsi berlebihan makanan ini telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan yang serius, termasuk obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, gangguan metabolisme, dan berbagai gangguan lainnya.

B. Tujuan Dan Ruang lingkup

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menguraikan dan menggali lebih dalam tentang dampak negatif yang disebabkan oleh konsumsi junk food terhadap kesehatan. Kami akan menjelaskan berbagai aspek terkait, mulai dari komposisi nutrisi yang buruk hingga implikasinya pada berbagai penyakit kronis. Selain itu, artikel ini akan mempertimbangkan faktor-faktor yang mendorong konsumsi junk food serta upaya-upaya yang dapat diambil untuk mengurangi ketergantungan pada makanan berisiko ini.

Ruang lingkup artikel ini mencakup penjelasan mendalam tentang aspek-aspek berikut:

1. Kandungan nutrisi buruk dalam junk food, seperti lemak trans, gula tambahan, dan garam berlebih.

2.. Dampak buruk konsumsi junk food pada kesehatan, termasuk obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme.

3 .Faktor-faktor yang mendorong konsumsi junk food, seperti kemudahan akses dan promosi agresif.

4. Cara-cara mengurangi konsumsi junk food dan menggantinya dengan pilihan makanan yang lebih sehat.


C. Pentingnya Topik

Penting untuk memahami dan menyadari implikasi kesehatan yang terkait dengan konsumsi makanan cepat saji. Masyarakat kita sering terjebak dalam pola makan yang didominasi oleh junk food, tanpa menyadari bahwa hal ini dapat mengancam kesehatan mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya ini, individu dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam hal makanan dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kesehatan mereka.

Melalui artikel ini, saya bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih baik tentang dampak negatif konsumsi junk food, serta memberikan saran-saran praktis tentang cara mengurangi ketergantungan pada makanan berisiko ini. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih makanan yang lebih sehat dan membantu menjaga kesehatan baik bagi diri sendiri maupun generasi mendatang.


II. Definisi Junk Food

A. Apa Itu Junk Food?

Junk food, yang juga dikenal sebagai "makanan sampah" atau "makanan ringan," merujuk pada makanan yang memiliki nilai gizi rendah dan tinggi kalori. Makanan ini cenderung rendah dalam nutrisi penting seperti vitamin, mineral, serat, dan protein, sementara sebaliknya, makanan ini seringkali tinggi dalam lemak, gula, garam, dan kalori kosong. Junk food sering dikemas dan dipasarkan secara atraktif, menjadikannya pilihan makanan yang sangat populer karena rasanya yang nikmat dan ketersediaan yang mudah. Beberapa ciri khas dari junk food meliputi burger, kentang goreng, pizza cepat saji, minuman bersoda, keripik, permen, dan makanan ringan yang diproses.

Namun, dampak negatif dari junk food tidak terbatas pada kesehatan fisik saja. Junk food juga dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Kebanyakan makanan ini rendah serat dan bisa memicu lonjakan gula darah yang cepat, yang dapat memengaruhi suasana hati dan energi seseorang. Kedatangan besar-besaran junk food ini adalah hasil mekanisasi, listrik, dan alat penghemat tenaga kerja yang digunakan dalam penyiapan makanan. Ini adalah saat ketika produsen mulai membuat makanan dengan bahan-bahan yang lebih murah, nilai gizinya lebih sedikit, dan menggunakan metode penyiapan yang cepat. Hasil yang mengejutkan diperoleh dari sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus pada tahun 2008 bahwa junk food mempengaruhi otak seperti halnya obat-obatan yang membuat ketagihan. 'Cracker Jack' adalah junk food Amerika pertama yang terdiri dari popcorn, molase, dan kacang tanah.

B. Contoh Makanan Junk Food

1. Burger Cepat Saji: Burger dengan daging olahan, saus berlebih, dan roti yang seringkali kurang gizi.

2. Kentang Goreng: Kentang yang digoreng dalam minyak dalam jumlah besar, seringkali diberi garam tambahan.

3. Minuman Bersoda: Minuman berkarbonasi yang mengandung gula tinggi dan kalori kosong.

4. Makanan Cepat Saji: Seperti pizza cepat saji, ayam goreng, dan makanan cepat saji lainnya yang seringkali tinggi lemak dan gula.

5. Makanan Ringan: Keripik, kacang, dan camilan serupa yang seringkali tinggi lemak, garam, dan gula.

6. Permen: Permen gula-gula dan permen lainnya yang mengandung gula tinggi.

7. Makanan Olahan: Makanan yang diolah dan dikemas, seperti mi instan, makanan kalengan, dan makanan beku yang seringkali mengandung bahan tambahan dan garam berlebih.

Contoh-contoh di atas hanya sebagian kecil dari makanan junk food yang ada. Makanan ini sering dikonsumsi sebagai camilan atau sebagai alternatif makanan sehat, dan kebiasaan makanan seperti ini dapat berkontribusi pada masalah kesehatan yang serius.


III. Kandungan Nutrisi Buruk

A. Lemak Trans

Lemak trans, atau lemak trans-unsaturasi, adalah jenis lemak yang dihasilkan melalui proses hidrogenasi minyak nabati cair menjadi padat. Lemak trans dapat ditemukan dalam berbagai produk junk food seperti kentang goreng yang digoreng dalam minyak hidrogenasi. Lamanya anda mengonsumsi lemak trans dikaitkan dengan risiko sehingga terjalinnya penyakit jantung serta meningkatnya tingkat kolesterol LDL (kolesterol buruk) dalam darah. Memperkecil jumlah lemak trans yang harus dikonsumsi adalah salah satu tindakan penting yang harus dilakukan untuk kesehatan tubuh terutama menjaga kesehatan jantung.

B. Gula Tambahan

Gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman selama proses pengolahan atau persiapan. Minuman bersoda, permen, dan makanan penutup manis adalah contoh makanan yang tinggi gula tambahan. Konsumsi gula tambahan yang berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Penting untuk membatasi asupan gula tambahan dan memilih makanan yang lebih rendah gula.

C. Garam Berlebih 

Garam adalah bahan yang sering ditambahkan dalam makanan untuk meningkatkan rasa. Namun, asupan garam berlebih, seperti yang ditemukan dalam banyak makanan cepat saji, dapat berdampak negatif pada tekanan darah dan kesehatan kardiovaskular. Garam yang berlebih dapat menyebabkan retensi air dan meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Mengurangi konsumsi garam adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan jantung.

D. Rendahnya Serat

Makanan junk food cenderung rendah serat, karena serat adalah komponen nutrisi yang banyak terdapat dalam makanan alami seperti buah, sayuran, dan biji-bijian utuh. Rendahnya serat dalam diet dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti sembelit, dan juga berkontribusi pada rasa kenyang yang tidak tahan lama setelah makan. Diet rendah serat akan membuat orang tersebut merasa lapar lebih cepat dan akan menggoda orang tersebut agar selalu terus makan makanan yang berkalori tinggi, oleh sebab itu justru dengan mudah hal ini dapat menjadi masalah kenaikan berat badan dan obesitas.

Mengidentifikasi dan memahami kandungan nutrisi buruk ini dalam junk food adalah langkah penting untuk memahami dampak negatif konsumsi makanan ini pada kesehatan kita. Dalam sub-bab berikutnya, kita akan menjelaskan dampak buruk yang mungkin timbul dari asupan nutrisi ini pada kesehatan tubuh secara lebih mendalam.


IV. Dampak Buruk Junk Food Pada Kesehatan

A. Obesitas 

Obesitas merupakan suatu keadaan penumpukan lemak berlebihan dikarenakan ketidakseimbangan antara asupan energi dengan energi yang digunakan dalam kurun waktu lama. Konsumsi junk food juga diduga sebagai salah satu faktor penyebab yang paling banyak berperan terhadap peningkatan kejadian obesitas karena mempunyai kandungan gizi yang sedikit, seperti lemak yang besar namun rendah serat, banyak mengandung garam, gula, zat aditif, kalori, rendah gizi, rendah vitamin, dan rendah mineral.

Frekuensi makan sangat berpengaruh terhadap kejadian obesitas dikarenakan kemampuan tubuh untuk menyimpan makanan yang berupa karbohidrat dan protein secara terbatas. Jika mengkonsumsi junk food yang memiliki indeks glimek tinggi, sebagian yang mengandung karbohidrat akan disimpan sebagai glikogen dan sisanya menjadi lemak, protein akan dibentuk sebagai protein tubuh dan sisanya adalah lemak, sumber energi yang digunakan berasal dari glikogen simpanan karbohidrat sehingga lemak yang tertimbun tidak digunakan.

B. Gizi buruk 

Makanan itu terdiri dari apa pun yang cepat, enak, nyaman, dan modis. Skenario yang paling umum adalah seorang anak yang kembali dari sekolah dan duduk di depan televisi, ditemani semangkuk wafer atau makanan cepat saji lainnya. Junkfood tidak sehat dan memiliki berbagai efek buruk. Karena nilai gizi yang rendah dan kalori yang tinggi, anak-anak menjadi gemuk. 

Junkfood juga dicampur dengan warnawarna yang sering tidak dapat dimakan, karsinogenik dan berbahaya bagi tubuh. Penelitian telah menemukan bahwa pewarnaan makanan dapat menyebabkan hiperaktif dan kehilangan konsentrasi pada anak-anak. Karenanya anak-anak yang menderita ketidakmampuan belajar disarankan untuk tidak makan makanan dengan pewarna buatan. Kebiasaan gizi yang buruk dapat merusak prasyarat belajar ini, serta menguras kekuatan yang dibutuhkan anak-anak untuk berteman, berinteraksi dengan keluarga, berpartisipasi dalam olahraga dan permainan. Makanan sampah sering dimakan daripada makanan biasa yang tidak baik untuk kesehatan

C. Tekanan darah tinggi

Telah disarankan bahwa kadar natrium yang tinggi adalah penyebab hipertensi. Diketahui bahwa natrium mempengaruhi sistem renin-angiotensin dari ginjal, sehingga menyebabkan vasokonstriksi arteri kecil, yang mengarah pada perkembangan hipertensi. Demikian juga, garam yang digunakan untuk persiapan mempengaruhi ekskresi melalui ginjal, sehingga mempengaruhi sistem ginjal. Kolesterol tinggi dari junkfood juga mempengaruhi hati dalam jangka panjang di mana ia dimetabolisme sebagai hati, yang pada akhirnya merusaknya. Kolesterol dan garam diketahui memicu tekanan darah, stroke, dan penyakit jantung dalam suatu rantai. 

Fungsi ginjal juga akan terganggu jika konsentrasi garam juga tinggi. Minyak berlebih dan rempah-rempah yang ditambahkan ke makanan ini mengiritasi mukosa lambung, menyebabkan sekresi asam klorida yang berlebihan. Untuk jangka pendek dan menengah junkfood dapat menyebabkan susah untuk konsentrasi. Ketika junkfood mewah yang kaya akan minyak diambil, ada perasaan kantuk dan kegagalan berkonsentrasi. Makan junkfood selama periode waktu yang berkelanjutan dapat menurunkan sirkulasi darah karena penumpukan lemak. Kekurangan oksigen, nutrisi, dan protein vital khususnya dapat merusak sel-sel abu-abu (otak) sementara. 

Sebagian besar waktu, junk food ini mengandung warna, yang sering termakan, karsinogenik dan berbahaya bagi tubuh. Rasa dan pewarnaan bisa alergi, menyebabkan asma, ruam dan hiperaktif. Penelitian pada hewan terhadap tikus telah menunjukkan efek buruk dari mengonsumsi makanan cepat saji selama kehamilan yang memengaruhi kesehatan janin.


V. Faktor-Faktor yang Mendorong Konsumsi Junk Food

1. Pertemanan 

Remaja cenderung dipengaruhi oleh teman-teman sebayanya dalam hal konsumsi makanan. Mereka ingin diterima di dalam kelompok mereka dan sering kali mengikuti preferensi makanan teman-teman mereka. Interaksi sosial dengan teman-teman sering kali melibatkan makanan cepat saji, dan ini bisa meningkatkan frekuensi konsumsi makanan cepat saji.

2. Media Sosial

Media sosial, seperti Instagram dan TikTok, memainkan peran penting dalam mempengaruhi konsumsi makanan cepat saji oleh remaja. Paparan iklan makanan cepat saji di platform media sosial dapat mendorong remaja untuk mencoba makanan tersebut. Postingan tentang makanan tidak sehat sering kali lebih populer dan mendapat lebih banyak respons dari teman-teman, mempengaruhi keputusan remaja dalam memilih makanan.

3. Tempat Tinggal

Lokasi tempat tinggal juga memengaruhi konsumsi makanan cepat saji. Kemudahan akses ke restoran cepat saji yang berdekatan dengan rumah atau tempat tinggal remaja dapat meningkatkan konsumsi makanan cepat saji. Jarak yang dekat dengan restoran cepat saji dapat meningkatkan risiko kegemukan pada anak dan remaja.

4. Uang Saku

Ketersediaan uang saku memainkan peran penting dalam konsumsi makanan cepat saji. Banyak remaja menghabiskan sebagian besar uang sakunya untuk membeli makanan cepat saji karena merasa lebih praktis daripada memasak sendiri. Semakin besar uang saku yang diterima, semakin tinggi kemungkinan mereka menghabiskannya untuk makanan cepat saji.


VI. Cara Mengurangi Konsumsi Junk Food

Untuk mengurangi konsumsi junk food, ada beberapa langkah yang dapat diambil. Berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi konsumsi junk food:

A. Pilihan Makanan Sehat:

   1. Menggantikan Junk Food: Pilih alternatif makanan yang lebih sehat untuk menggantikan junk food. Misalnya, pilih buah-buahan, sayuran segar, sereal gandum utuh, atau camilan sehat sebagai opsi makanan.

   2. Menyiapkan Makanan Sendiri:Masak makanan sendiri di rumah, sehingga Anda memiliki kendali lebih besar atas bahan-bahan yang digunakan dan kualitas nutrisinya.

B. Pendidikan Gizi:

   1. Pendidikan Gizi:Belajar lebih banyak tentang gizi dan dampaknya pada kesehatan. Ini dapat membantu Anda lebih sadar akan makanan yang Anda konsumsi dan mengapa makanan sehat penting.

   2. Kampanye Gizi:Kampanye pendidikan gizi di sekolah, komunitas, atau tempat kerja dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya makanan sehat.

C. Memiliki Kesadaran Diri:

   1. Pemantauan Diri:Sadari pola makan Anda dan catat konsumsi junk food. Dengan memantau asupan makanan, Anda dapat melihat di mana perubahan diperlukan.

   2. Atur Tujuan: Tetapkan tujuan untuk mengurangi konsumsi junk food. Misalnya, Anda bisa menetapkan target harian atau mingguan untuk jumlah junk food yang dikonsumsi.

   3. Mengelola Stres dan Emosi: Junk food seringkali dikonsumsi sebagai respons terhadap stres atau emosi. Belajar cara mengelola stres dan emosi dengan cara yang lebih sehat dapat membantu mengurangi keinginan untuk makanan tidak sehat.


VI. Kesimpulan

Artikel ini membahas dampak negatif konsumsi junk food pada kesehatan kita. Junk food, yang rendah nilai gizinya dan tinggi kalori, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme. Kandungan nutrisi buruk dalam junk food, seperti lemak trans, gula tambahan, garam berlebih, dan rendah serat, berperan penting dalam merusak kesehatan. Pentingnya topik ini terletak pada kesadaran akan bahaya konsumsi makanan cepat saji, yang seringkali menjadi pilihan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengetahuan yang lebih baik tentang dampaknya, individu dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam memilih makanan dan menjaga kesehatan mereka. Definisi junk food mencakup makanan rendah gizi dan tinggi kalori yang seringkali dijual secara atraktif.


DAFTAR PUSTAKA

Abdul Rajab Harahap, M. (2023). ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSIFAST FOOD PADA REMAJA. JK: Jurnal Kesehatan, 1(1), 230–237.

Budhwar, S. K. N. (2020). IMPACT OF JUNK FOOD ADVERTISEMENT ON HEALTH OF TEENAGERS(Rohtak) Haryana BMU(Rohtak) Haryana. www.jetir.org

Chen H.W., Kandutsch A.A. & Waymouth C. (1974). Inhibition of cell growth by oxygenated derivatives of cholesterol. Nature, 251, 419.

Jeffery, R. W., & French, S. A. (1998). Epidemic obesity in the United States: are fast foods and television viewing contributing?. American journal of public health, 88(2), 277-280.

Lawson, J. M., Hunt, C., & Glew, G. (1983). Nutrition in catering. Nutrition Bulletin, 8(2), 93-104.

Nugraheni, R., Ranind, G., Purnamasari, V. D., et al. (2023). PROGRAM KESEHATAN INTERVENSI PENYAKIT JANTUNG DI DESA SUKOREJO NGASEM KABUPATEN KEDIRI. Journal of Community Dedication, 3(2), 168–178.


Komentar